Cerita tentang mereka..

Sedikit saja dia memintamu untuk mengerti. Mengerti keadaannya sekarang, mengerti hal yang sedang ia hadapi sekarang. Jika saja kau pernah mengalami hal sepertinya, apa yang akan kau lakukan?.
Ketika semua yang kau hadapi adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidupmu. 
Kau mudah mengatakan 'Bisa' , kau mudah mengatakan 'sabar' , kau mudah mengatakan 'aku nggak bisa' ,  kau mudah mengatakan 'aku nggak mau' , kau mudah mengatakan 'tidak' , kau mudah mengatakan 'iya' , kau mudah mengatakan 'aku mau' , kau mudah mengatakan 'iya aku ingin sekali' tanpa mempedulikan perasaannya.
Perasaan seorang gadis yang sakit batin dan jiwanya lalu kau buat semua hal menjadi begitu mudah. Kau buat perasaannya bertambah rapuh, kau buat dia buta pada perasaannya. Dan kini kau tega meninggalkannya dibawahmu sendirian.
Semua kata-kata yang kau ucapkan padanya kini ia anggap omongkosong. Dia tidak pernah mencoba untuk membatasimu, dia hanya memintamu melihatnya. Melihat apa yang terjadi padanya. Melihat keadaannya. Merasakan apa yang dia rasakan. Ikut bersamanya lalu membawanya bangkit dari keterpurukan yang ia rasakan. 
Pantaskah kau meninggalkannya? Tegakah kau membuatnya lebih menderita? Kau bukan bebannya, kau adalah seorang laki-laki yang ia percaya. Seorang laki-laki yang ia harapkan bisa membawanya pada kebahagiaan abadi. Bukan kebahagiaan semu. 
Kini, Dia hanya mampu melihatmu. Suatu saat, kau akan lupa padanya. Kau lebih mementingkan ambisimu. Ambisi yang hanya bisa kau dapatkan sekali. Sedangkan dia, apa kau bisa mendapatkannya berkali-kali?.
Hatimu yang dulu dia banggakan, kini menjadi hitam dan kelam.
Hatimu yang dulu dia anggap sebagai sinar untuknya, kini menjadi malam gelap
Hatimu yang dulu dia cintai , kini bagaikan serpihan kaca yang pecah
Apa yang kau harapkan darinya?
Kau ingin kebebasan? Jika memang kau menginginkan itu raihlah kebebasanmu sendiri tanpanya.
Dia tidak pernah melupakan ucapanmu yang selalu membuatnya percaya Kau dan Dia dapat bersama hingga kelak. Namun, dia mulai meragukan hal itu. Omongkosongkah?
Kini kau ingin merahasiakan semua hal tentangmu, hingga nanti dia mengetahui sendiri ? bukan darimu?
Dangkalkah pikiranmu? sombongkah kau dengan apa yang kau punya sekarang? banggakah kau dengan semua kesempatan yang kau dapat? hanya segitu perjuanganmu untuknya?
Kenapa kau tidak berusaha untuk tidak melakukan hal yang tidak dia sukai? Kau laki-laki! bukankah seorang laki-laki seharusnya melindungi gadisnya? bukan menyakitinya?
DIA TIDAK PERNAH BERUSAHA UNTUK MEMBATASIMU!
Dia hanya ingin kau tau, ingin kau mengerti. Seorang pria sejati tidak akan pernah meninggalkan wanitanya sendiri. Pria sejati akan membawa wanitanya bangkit bersamanya. Pria sejati akan selalu bersama meraih wanitanya untuk maju, melindungi, dan menyayanginya.
Jika dia egois, maka Kau lebih egois daripada dia.
Aku hanya ingin memintamu mengertinya. Dia gadis baik-baik bukan gadis sembarangan yang bisa kau main dan kau buang setelah kau butuh. Dia adalah wanita yang akan selalu mendukungmu untuk apapun. Dia yang akan mendampingimu. Untuk sekarang pahami dia. Lihatlah keadaannya. Aku memohon.

Untuk seseorang yang sedang bersedih disana... 



Distance - Tamat


4 tahun berlalu....
Keadaan mulai membaik sekarang. Namun, Ricky tidak bisa kulupakan. Kami sudah 4 tahun ini tidak lagi menjalin kontak. Sekedar menanyakan kabarpun tidak pernah.
Awalnya memang begitu, pada akhirnya penyesalan datang. Keterlambatan atas semua kesalahpahaman dan kebenaran membuat hati ini pilu. Amplop coklat yang kupegang ini kuterima tadi pagi saat sedang sarapan. Tertulis dari pengacara Dad di Indonesia yang sudah lama tak kujumpai.
Pertanyaan yang selama ini menumpuk di pikiranku terjawab sudah dalam surat itu. Aku bukan anak Dad, bukan juga anak Mom. Ibu kandungku meninggal ketika aku lahir. Aku adalah anak dari cinta pertama Dad sebelum bertemu dengan Mom. Hubungan Dad dengan wanita itu berakhir ketika Dad dijodohkan dengan seorang wanita muda yang sederajat dengannya yang tak lain adalah Mom.
Mereka berpisah dan tak pernah bertemu lagi. Setelah berpisah dengan Dad, wanita itu menikahi seorang pemabuk yang akhirnya mengahasilkan buah hati mereka yaitu aku. Ironisnya, Ayah kandungku itu kemudian pergi meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil.
Ketika aku lahir, seseorang menghubungi Dad untuk berkabung. Ibu kandungku meninggal dan aku sendiri. Rasa cinta Dad masih belum sirna, akhirnya Dad mengambilku dan diangkat menjadi anaknya.
Kini aku tau kenapa Mom tidak pernah menyukaiku. Akupun tau kenapa aku dan Ricky saling bisa saling menyukai. Kami bukan sedarah. Kami bukan saudara. Aku hanyalah orang asing didalam keluarga ini.
Alasan kenapa kebenaran ini baru terungkap sekarang aku tidak tau. Kini, apa aku boleh egois? Apa boleh aku kembali dan merebut milikku yang dulu? Merebut Ricky dari gadis jalang itu?.
Aku cepat-cepat mengahapus pikiran jahat itu. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan. Cintaku dan cintanya sudah berlalu. Toh, sekarang kami sudah tidak bertemu lagi. Aku memutuskan tidak akan kembali.
Sungai Siene di sore ini sangat indah. Duduk di tepi sungai ini selalu menjadi favoritku ketika pikiranku menumpuk. Tempat untuk aku menyendiri.
Aku mendengar seseorang memanggilku. Suara yang tak pernah asing ditelingaku. Suara yang kurindukan setelah sekian lama. Seseorang yang membuat nama kecil untukku. Seseorang yang hanya boleh memanggilku seperti itu. Dia...
“Nata”
Aku membalikkan tubuhku dan terkejut melihat seorang laki-laki berambut hitam dengan wajah kusut memandangku begitu dalam. Laki-laki yang selalu kurindukan setiap saat.
“Ricky..” ucapku lirih
“Aku mencarimu kemana mana, sudah lama kita nggak bertemu tapi kamu bikin aku lari-lari seperti ini”
Aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat. Ricky dia kemari jauh-jauh untuk mencariku.
“Kamu sudah baca surat itu? setelah kamu pergi aku tidak jadi menikah dengan Jane. Aku membatalkan semuanya. Tentu saja Mom marah, kecewa sama aku. Mom kembali ke Ausie tanpa pamit sama aku. Selama empat tahun ini, aku mencari kebenaran apa kamu adikku atau bukan. Butuh waktu lama yaa” jelasnya panjang lebar
“Aku nggak berani menghubungi kamu. Aku nggak mau ganggu sekolahmu. Kamu mau maafin aku, Nata?”
Dia mendekatiku lalu memeluk erat tubuhku. Aku rindu pelukannya. Aku rindu semua tentang Ricky.
“Aku nggak mau kita berpisah lagi,Nata. Sekarang nggak ada yang bisa menghalangi kita untuk bersama”
Airmataku jatuh dalam dekapannya.”Aku rindu padamu”
“Aku lebih merindukanmu,Nata”

Pilih IPA atau IPS ?

Buat anak - anak kelas X sebelum kalian menentukan jurusan hendaknya pikir-pikir dulu deh! coba baca ini munkin bermanfaat 


Masalah terjadi ketika ada debat yang mengatakan bahwa anak IPS itu bodoh, rendahan, dan malas. Sedangkan IPA itu di dominasi anak-anak yang pintar, rajin, dan berprestasi. Saya mengatakan ITU SALAH BESAR ! Tidak ada beda antara anak IPA dan IPS, yang penting minat, kemampuan, dan bagaimana cara murid itu bertanggung jawab atas jurusan yang dia pilih.
Di lain sisi, ada yang mengatakan IPA itu pelajaran “orang sibuk” . Hey, tapi anak IPS, cukup sibuk untuk belajar mengenai IPS.
Anak IPA bilang anak IPS lemah, bodoh, dsb. Anak IPS bilang anak IPA rasis, tidak pakai otak dalam berbicara,dsb. Apa masalahnya ? Tidak ada kasta dalam pemilihan jurusan. Yang penting minat + bakat + bertanggung jawab atas keputusan anda.

Menurut saya, kelebihan IPA itu bisa mengambil banyak jurusan di kuliah nanti. Apalagi bila minatnya menjadi dokter, ataupun arsitek. Tapi sayangnya, IPA lebih bekerja di dalam ruangan. Seperti dokter, ahli mesin, dsb. Beberapa orang yang cukup menonjol di IPA mengakui bahwa pelajaran IPA sedikit lebih ribet. Namun, bukan berarti ilmu IPS lebih gampang bukan ? Semua punya tingkat kesulitan masing-masing dan rajin tidaknya si murid. Anak IPA intinya mempelajari ilmu pasti, alam, maupun eksak.

Fakta anak IPA
 Identik dengan metode ilmiah yang mengutamakan logika
■ Jawaban atas pertanyaan soal adalah pasti dan tidak bisa diganggu gugat
■ Ex : Teknik, Kedokteran, Keperawatan, Ilmuwan (BIologi, Kimia, dll), Psikologi
■ Bisa lintas jurusan begitu memilih PTN, karena terbiasa terlatih logika dan penalarannya
■ Perlu waktu dan suasana yang khusus (konsentrasi tinggi) untuk mempelajari IPA
■ Sering terlihat belajar terus, seperti tidak ada waktu santai
■ Banyak siswa IPA, yang akhirnya memilih jurusan IPS ketika kuliah

Kelebihan IPS antara lain bisa mengambil jurusan yang nantinya bisa bekerja di luar ruangan seperti reporter, jurnalis, fotografer, dll meskipun ada juga yang di dalam ruangan seperti akuntan, dsb.
Saya sendiri menilai bahwa IPA lebih banyak hitungan,meskipun ada beberapa hafalan juga. Sedangkan IPS lebih banyak hafalan meskipun ada hitungan nya juga. Anak IPS mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat

Fakta anak IPS
■ Bukan santai, tetapi pelajarannya membutuhkan penalaran dan kekrtitisan dalam berpikir
■ Informasi kemasyarakatan terus berkembang setiap hari, sehingga harus rajin membaca
■ Saat ini, dunia kerja membuka lapangan yang luas untuk jurusan Sosial. Dengan catatan, lulusan harus luwes, aktif dan tanggap terhadap perubahan sosial.
■ Masih punya waktu untuk bergaul, sehingga wawasan tentang kemasyarakatan bisa bertambah
■ Ex : Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Akuntansi, Bahasa, Hukum, Sosial Politik
■ Bisa namun, agak sulit untuk lintas jurusan ketika PTN

Bagaimana dengan anak yang mau IPS tetapi di paksa orang tuanya IPA atau sebaliknya ? Saran saya, ada baiknya anda sharing ke orang tua anda dengan baik-baik bahwa anda punya hati di IPA/IPS dan berkomitmen akan memberikan hasil terbaik di IPS. Bagi anda orang tua, yang membaca tulisan saya, ada baiknya anda bertanya pada anak anda, di mana minat dia. Jangan memaksakan anak, karena nanti hasilnya sia-sia. Uang terbuang sia-sia, anak tidak maksimal, dan membuang emosi masing-masing pihak.

Saya punya beberapa tips buat teman-teman yang lagi bingung mau ambil jurusan apa nanti..

1. Pikirkan cita-cita anda. Dokter ? Sudah pasti IPA. Tapi bagaimana dengan yang mau fotografi atau design grafis ? Saya sarankan anda masuk IPS. Jangan sampai sudah penjurusan, anda memilih IPS, tapi ingin jadi dokter di tengah jalan.
2. Jangan ikut-ikutan teman. Banyak sekali anak-anak yang terjebak di situasi yang sebenarnya mereka tidak inginkan, dan semua beralasan karena ikut-ikutan teman. Pilih sesuai bakat anda.
3. Bila kamu mau di dua jurusan tersebut dan berpotensi, lihat juga nilai-nilai anda. Lebih besar yang mana. Karena biasanya anda akan termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.
4. Tanya orang tua, bagaimana pendapat mereka, karena orang tua tahu yang terbaik buat anaknya.
5. Tanya kakak / kakak kelas yang sudah lebih dulu mendahului mu memasuki tahap penjurusan, tanya bagaimana pendapat mereka mengenai jurusan yang mereka ambil. Ini bisa jadi bahan pertimbangan buat anda juga.
6. Tidak ada salahnya anda bawa dalam doa. Tanpa membedakan agama, ada baiknya anda berdoa agar anda di beri hikmat oleh-Nya agar memilih jurusan yang tepat.
7. Kalau anda tipe pemikir, suka dengan tantangan, serius, tidak mudah percaya, memiliki kemampuan berhitung, imajinasi, dan abstraksi yang tinggi, IPA adalah pilihan yang tepat.
8. Kalau anda bertipe pede, nggak malu untuk tampil, banyak ngomong, mudah bergaul, punya rasa sosial yang tinggi, dan daya ingat tinggi, cepat mengahafal atau mengingat sesuatu, IPS adalah pilihan yang tepat.

Jadi, mari memilih jurusan yang tepat bagi anda. Jangan menyesal di kemudian hari, dan STOP MEMBEDA-BEDAKAN JURUSAN !